Pantai Parang Kusumo, Pintu Gerbang Keraton Gaib Ratu Pantai Selatan

Sampai saat ini, masyarakat Yogyakarta masih meyakini adanya hubungan spesial antara Keraton Yogyakarta dengan sang Ratu Penguasa Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Hubungan spesial itu terjalin sejak pendiri Kerjaan Mataram, Panembahan Senopati. Dan di Pantai Parangkusumo inilah hubungan spesial itu terjadi.
 

Pantai Parangkusumo merupakan salah satu pantai yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar kawasan Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam tradisi Jawa, pantai Parangkusumo ini dianggap sebagai gerbang utama atau jalan tol menuju Keraton Gaib Ratu Pantai Selatan, sebuah kerajaan Nyi Roro Kidul yang menguasai Laut Selatan (Samudera Hindia).
 

Berbagai acara labuhan, baik dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat maupun dari masyarakat setempat digelar di pantai Parangkusumo ini. Ritual Labuhan Keraton di Pantai Parangkusumo merupakan simbol ikatan dan kekuasaan antara keraton dengan sang ratu penguasa laut selatan.
 

Berdasarkan cerita almarhum Mbah Nono panggilan akrab RP Suraksotarwono, seorang  juru kunci sekaligus sesepuh warga Pantai Parangkusumo yang baru meninggal sekitar tiga bulan lalu, labuhan kepada Kanjeng Ratu Kidul merupakan sebuah ritual yang penting bagi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
 

Sang Ratu Penguasa laut selatan berjanji untuk mengayomi Panembahan Senopati dan seluruh keturunannya dan Kerajaan Mataram saat berada dalam kesulitan. Berdasarkan nasehat dari Ki Juru Mertani, Panembahan Senopati bermeditasi di Pantai Parangkusumo, sebuah pantai kecil di pinggiran Laut Selatan.
 

Meditasi yang luar biasa tersebut mengakibatkan "goro-goro" atau menimbulkan kekacauan di keraton atau Kerajaan Segara Kidul (laut selatan). Kanjeng Ratu Kidul pun mendatangi penguasa Mataram tersebut dan mengatakan bahwa harapannya telah dikabulkan oleh Sang yang Maha Agung.
 

Kemudian, hubungan dan perjanjian antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul pun terjalin. Bahkan sampai anak cucu keturunan Panembahan Senopati. Hubungan antara raja-raja Mataram dan Kanjeng Ratu Kidul telah memperkokoh legitimasi kebudayaan kepada Sri Sultan Hamengkubuono.
 

Cerita tersebut sampai sekarang masih dipercayai oleh masyarakat Yogyakarta. Sehingga masyarakat masih melakukan ritual di kawasan Cepuri sebagai tempat pertemuan antara Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati dan juga di Kawasan Pantai Parangkusumo yang dipercaya sebagai keratonnya Nyi Roro Kidul.
 

Meski hanya sebuah cerita yang turun temurun, banyak masyarakat sekitar maupun luar daerah yang melakukan semedi di Pantai Parangkusomo ini. Pada tahun 1973, saat akan diberi limpahan jabatan dari ayahnya, Mbah nono yang didampingi ayah handanya juga melakukan semedi Pantai yang dikeramatkan ini.

Saat itu, tiba-tiba air laut surut dan terlihat adanya sebuah kerajaan. Saat dia masuk, dari depan kerajaan terlihat seperti ada gerbang yang megah. Melewati gerbang terlihat bangunan seperti pendopo yang dilengkapi tiga tangga yang terbuat dari batu yang sangat indah dan sangat bersih.
 

Ketika ingin menaiki pendopo tiba-tiba sosok Ratu Kidul muncul. Seketika itu juga Mbah Nono langsung menundukkan wajah sebagai bentuk penghormatan bagi penguasa laut selatan.
 

Setelah sekian lama tertunduk, tiba-tiba Ratu Kidul menjamah kepala Mbah Nono seraya mengatakan untuk menerima tanggung jawab yang diberikan ayahnya, menjadi penerus juru kunci Cepuri. Melalui pengalaman gaib itulah dia menerima tanggung jawab sebagai juru kunci Cepuri,  tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul.
 

Sebagai juru kunci Cepuri, kakek yang telah dikarunia empat cucu ini menyatakan, terdapat dua tempat lokasi untuk melakukan ziarah yaitu di Batu Besar yang disebut Sela Ageng dan Batu Sengker atau batu gilang. Di lokasi Sela Ageng inilah pertama kali Penembahan Senopati melakukan semedi. Namun karena tidak nyaman, maka Panembahan Senopati berpindah tempat ke lokasi batu sengker (batu kecil) yang lokasinya di bagian selatan Sela Ageng.
 

Saat bersemedi di batu kecil (Batu sengker) inilah Panembahan Senopati bertemu dengan Sang Ratu penguasa Pantai Selatan yang kemudian  bersedia membantunya untuk mengayomi dan mengamankan kerajaannya beserta keturunan Penembahan Senopati (Raja Keraton Yogyakarta). Dengan janji  Ratu Kidul itulah sampai sekarang ritual Labuhan yang dimulai dari doa di sela sengker hingga dan berakhir dengan Labuhan di Kawasan Pantai Parangkusumo masih terus dilestarikan. Kini, ritual tersebut terkenal luas sebagai agenda budaya dan wisata di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Yogyakarta.

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6285712999772

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini